Pertanyaan yang paling sering muncul dalam hati manusia ialah “benarlah’? manusia sering heran, ragu-ragu “Benarkah orang Tuktuk (Samosir) pandai berbahasa Inggris? Benarkah segala besi yang dipanaskan memuai? Benarkah engkau mencintai saya? Benarkah Tuhan ada? Ternyata bahwa dalam segala pertanyaan manusia mau menuju kebenaran. Pengetahuan yang benar bernilai, sedangkan pengetahuan yang salah mau dihindari. Detail
Share This
Sesungguhnya, kebanyakan analis yakin bahwa ilmu-ilmu empiris (seperti fisika, astronomi, kimia, dan lain-lain) tidak mampu menjawab pertanyaan tentang makna itu. Tetapi juga benar bahwa sejak akhir abad ke-20, dalam bidang sainslah (dengan metode-metode, cara penyajian, dan konsep barunya) kita bisa menemukan kembali beberapa pertanyaan besar yang merupakan pertanyaan-pertanyaan khas filsafat. Jika sains berbicara tentang evolusi alam semesta, sering kita mendapat kesan bahwa evolusi itu mengikuti suatu arah tertentu. Dari situ muncullah berbagai pertanyaan yang berjumbuh dengan pertanyaan-pertanyaan tentang makna tadi. Jika sains memahami alam semesta dengan cara yang khas, sering tampak bahwa pemahamannya itu mengandung suatu pesan tertentu. Detail
Share This
Buku ini memaparkan tentang pikiran, keinginan, tuntutan, keraguan dan harapan mereka sebagai orang-orang Indonesia modern masa kini khususnya kalangan massa rakyat kecil berkaitan dengan jejak langkah masa lalu politik ekonomi seperti itu. Detail
Share This
Buku bunga rampai politik sejarah ini diharapkan mampu mendorong pembaca untuk tidak sekadar tahu tentang mengapa dan sebab apa sesuatu peristiwa pernah dilakukan oleh seseorang dan/atau massa rakyat sekelilingnya. Para penulis buku ini berusaha memaparkan makna dan akibat peristiwa politik dari masa lalu itu bagi kehidupan masyarakat masa kini. Cara berbincang sejarah lisan sebagaimana dipaparkan oleh para pelaku sejarah pada waktu itu, apa kepercayaan mereka pada waktu itu hingga mengerjakan secara begitu, dan apa yang mereka pikir pada masa kini bahwa dulu melakukan hal seperti itu. Detail
Share This
Dari hari ke hari, semakin sempit ruang dan kesadaran kita yang tidak bisa dijangkau oleh media dan budaya massa. Budaya dan media massa telah membentuk sebuah lubang hitam yang menghisap siapa pun ke dalamnya, tanpa pernah bisa keluar. Situasi ini direspon secara positif oleh penulis dengan secara kritis menganalisis relasi pertumbuhan pesat industri media massa dan resepsi besar-besaran masyarakat atas produk-produk budaya massa. Detail
Share This
Kekhasan dari buku ini: mengangkat seorang filsuf Indonesia asli, dengan pendekatan fenomenologis dan populer mengeksplisitkan fenomena Indonesia dan memberi komentar. Pemikiran yang sangat menonjol dari sisi teori dan sistematika tampak pada bidang Pendidikan dan Pancasila. Para intelektual Indonesia wajib punya buku ini. Buku ini terdiri dari 2 kumpulan karangan, karangan 1 tentang Filsafat Tematik yang terdiri dari 6 buku, karangan 2 tentang Pengarang, Sejarah, dan Tokoh yang terdiri dari 4 buku. Detail
Share This
Buku ini menyajikan keragaman: spiritualitas biografis, filsafat manusia, filsafat ketuhanan, filsafat politik, etika, teologi sosial, sejarah Gereja, alam pikiran Jawa, sejarah Indonesia, sosiologi, ekonomi-politik, filsafat ekonomi. Semua muncul dari keterlibatan dalam hiruk-pikuk zaman sesudah periode belajar filsafat di STF Driyarkara. Apa yang tersaji terbatas di bidang filsafat, teologi, humaniora, dan ilmu-ilmu sosial. Ditulis sebagai kado ulang tahun ke-70 Franz Magnis Suseno dan penghargaan atas kiprahnya di dunia filsafat-humaniora. Detail
Share This
“… doktrin kesalehan dan dosa, surga dan neraka, serta doktrin tentang iman dan kafir, perlu ditafsir ulang. Iman tidak sekadar percaya pada adanya Tuhan dengan segala sifat-Nya, tapi juga bukti empirik kesediaan menerima pengakuan orang lain atas Tuhan dengan cara mereka. Kesalehan tidak sekadar dilihat dari ritual formal, tapi juga dari kemanfaatan hidupnya bagi orang lain.” Abdul Munir Mulkhan. Detail
Share This
Sufi Pinggiran adalah sebuah pengakuan bahwa semua orang mempunyai kesadaran ilahiah atau kearifan ilahiah paling otentik. Tak peduli apakah orang itu menyatakan beriman kepada Tuhan, tak soal apakah orang itu buta huruf atau guru besar teologi. Sebuah pengakuan bahwa kita sama-sama mencari kebenaran ketuhanan yang paling jujur, tak terbatas bagi mereka yang menyatakan beriman sesuai agama yang diyakini dan dipeluk ataupun bagi mereka yang tidak menyatakan beriman kepada yang Ilahi. Sebuah usaha untuk jujur dalam beragama dan ber-Tuhan. Buku ini merupakan kumpulan karangan Prof. Munir yang dimuat di berbagai surat kabar. Detail
Share This